Langsung ke konten utama

KUMPULAN MATERI TEKS ULASAN

PENGERTIAN

Teks ulasan merupakan teks yang berisi tinjauan suatu karya seni untuk mengethaui ulasan dan penilaian karya tersebut dari pembaca atau penonton. Teks tersebut berisikan tanggapan atau analisis yang berkaitan dengan latar, waktu, tempat, serta karakter yangda di dalam teks tersebut. Dalam membuat teks ulasan, pengulas harus memperhatikan terlebih dahulu struktur penyusun yang terdapat dalam suatu karya.

Dalam kamus KBBI, kata Ulas memiliki banyak pengertian yang berbeda, sebagaimana berikut:

-       Sugono (2008:1775) menyatakan bahwa mengulas atau mengupas artinya menafsirkan, menerangkan lebih lanjut, memberi penjelasan, dan komentar, serta mempelajari atau menyelediki

-       Ulasan atau kupasan adalah tafsiran atau komentar.

-       Pengulas adalah orang yang mengulas atau yang memberikan ulasan.

 

    JENIS-JENIS TEKS ULASAN

-       Ulasan Film

Ulasan yang diberikan berupa hasil pengamatan pada aspek tema, teknik gambar, suara tokoh, dan proses produksi film.

-       Ulasan Cerpen

Ulasan yang diberikan berupa hasil pengamatan pada unsur instrinsik, unsur ekstrinsik, isi, ejaan, dan lain sebagainya.

-       Ulasan Puisi

Ulasan yang diberikan berupa hasil pengamatan pada unsur fisik dan batin puisi

-       Ulasan Novel

Ulasan yang diberikan berupa hasil pengamatan pada unsur instrinsik, unsur ekstrinsik, isi, ejaan, dan lain sebagainya. Kurang lebih sama dengan cerpen, namun lebih luas karena terikat pada baba tau bagian setiap cerita.

-       Ulasan Karya Seni Daerah

Ulasan yang diberikan berupa hasil pengamatan pada unsur instrinsik, unsur ekstrinsik, estetika, sejarah, da nisi dari suatu karya. Karya seni daerah memiliki banyak ragam tergantung dari masyarakat asal yang membuat suatu karya.

 

SSTRUKTUR TEKS ULASAN

1.     Orientasi: pengenalan, gambaran umum, dan identitas dari karya

2.     Tafsiran: Pandangan pengulas terkait karya, baik nilai, kualitas, isi, kelebihan, kekurangan, dan struktur, serta hal lain yang terdapat dalam karya yang patut untuk diulas

3.     Evaluasi: Penilaian akhir tentang karya

4.     Reorientasi : Kesimpulan ulasan karya.

 

D.    CARA MEMBUAT ULASAN

1.     Membaca, mengamati, mencermati, dan mendengarkan karya yang akan diulas

2.     Mencatat bagian-bagian penting dari suatu karya yang patut diulas

3.     Menafsirkan bagian penting dari suatu karya

4.     Membuat dan menyusun kerangka teks ulasan

5.     Menuliskan ulasan secara runut  teks ulasan

6.     Menyunting/meng-edit teks ulasan yang telah selesai ditulis.

 

    KERANGKA KARANGAN ULASAN

1.     Identitas Karya: Judul karya, penulis/pembuat/produksi/karya, tahun terbit/launching, harga (khusus untuk ulasan buku), kota terbit (khusus untuk ulasan buku), tebal (khusus untuk ulasan buku)

2.     Apa yang perlu dikenali dari karya

3.     Hal unik apa yang ada pada karya

4.     Tafsiran hal penting

5.     Kelebihan karya

6.     Kekurangan karya

7.     Solusi/saran dari pengulas terkait karya

8.     Kesimpulan

 

    UNSUR KEBAHASAAN DALAM TEKS ULASAN

1.     Istilah

Kata yang makna dan arti tidak dapat dipertukarkan oleh keadaan atau konteks dalam penggunaan bahasa. Makna sudah tersusun/terkonsep dalam kamus, bersifat khusus, dan memiliki bidang keilmuan tertentu. Sehingga tidak memiliki sinonim/antonim. Aditif berarti bahan berbahaya.

2.     Sinonim (persamaan kata), Antonim (lawan kata). Contoh: Bagus = Baik, Baik x Buruk

3.     Nomina (kata benda). Contoh: nama seseorang, nama benda, bentuk benda, dan keadaan

4.     Pronomina (kata ganti benda, kata ganti orang, kata petunjuk): ini, itu, tersebut, kamu, beliau, siapa, dan banyak lainnya.

5.     Konjungsi (kata hubung). Contoh: dan, atau, karena, sebab, akibat, sehingga, dan lain-lain.

6.     Preposisi (kata tugas). Contoh: di, ke, dari, daripada, pada, tanpa, bagi

 

    TUGAS KETERAMPILAN

Membuat teks ulasan. Boleh mengulas film, buku, atau karya seni lain.

Sumber materi: Buku Paket Bahasa Indonesia kelas VIII Seri Pakem,Penerbit Mediatama 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PUISI (CATATAN 2)

  D. Cara Membaca Puisi Cara membaca puisi sebenarnya tergantung pada cara masing-masing individu memahami, dan merasakan puisi yang dibaca. Tetapi apabila hendak ingin diperdengarkan pada khalayak umum, apalagi menyampaikan isi yang dimaksud, maka cara pembacaan puisi harus diperhatikan dengan baik dan benar. Berikut ini cara dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi. 1.   Rima dan irama, artinya dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. 2.   Atikulasi atau kejelasan suara, artinya suara yang diungkapkan harus jelas, misalnya saja dalam melafalkan huruf-huruf vocal /a/,/i/,/u/,/o/,/e/,/ai/,/au/, dan lain-lain. 3.   Ekspresi mimic wajah. Artinya ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih, ma...

PUISI 1

Melihat Kata Melihat kata pernahkah engkau melihat kata yang menyadari mana asal muasalnya Melihat kata pernahkah engkau melihat mengapa huruf-huruf itu berbentuk begini tidak sebaliknya Melihat kata coba lepaskan... barangkali, engkau tak kan mendapat apa-apa dari sebuah kata Jombang, 25 November 2020 Devi Nur Sugiarti

MATERI PUISI (CATATAN 4)

  F. Imaji dalam Puisi Pengimajian dalam puisi dapat dilihat dari kata atau susunan yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris atau indrawi berupa penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Umumnya terdapat hubungan erat antara diksi, pengimajian, dan kata konkret. Diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian sehingga menjadi kata konkret, seperti yang dapat dihayati melalui penglihatan, pendengaran, atau cita rasa. Berikut ini jenis imaji dalam puisi. 1. Imaji Visual (pengimajian dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan seolah-olah objek yang dicitrakan dapat dilihat). Contoh: Gadis Peminta-minta Karya: Toto S. Bachtiar Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlaly kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa … … … … … … … … … … … … 2. Imaji Auditif ( pengimajian dengan menggunakan kata-kata ungkapan seolah-olah objek yang dicitrakan sungguh-sungguh didengar oleh pembaca). Be...