Langsung ke konten utama

KUMPULAN MATERI NEGOSIASI (SEDERHANA, HANYA BACA 5-10 MENIT SAJA)

Negosiasi 

Sumber gambar: https://pixabay.com/id/illustrations/kantor-bisnis-orang-bisnis-227168/

A. Pengertian Negosiasi 

Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dengan pihak (kelompok atau organisasi), atau antarindividu yang lain (Paket, hal. 151).

 

B. Tujuan Negosiasi

Tujuan adanya kegiatan negosiasi:

  1. Mengatasi atau menyesuaikan perbedaan;
  2. Untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan);
  3. Untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua pihak dalam melakukan transaksi;
  4. Untuk menyelesaikan sengketa/perselisihan pendapat. (Paket, hal. 151).

 

C. Ciri Kegiatan Negosiasi

Ciri terjadinya negosiasi:

  1. Ada pembahasan/tema/permasalahan sebagai latar belakang negosiasi;
  2. Permasalahan timbul akibat salah satu pihak tidak menyetujui kesepakatan yang ditawarkan atau  perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak;
  3. Ada interaksi/dialog antara pihak satu dengan pihak lainnya;
  4. Ada proses pengajuan untuk menyelesaikan ketidaksetujuan;
  5. Ada proses penawaran;
  6. Ada kesepakatan antarkedua belah pihak/ antarpartisipan. (Rangkum paket).


D. Faktor Penentu Keberhasilan Kegiatan Negosiasi

1. Kesediaan semua untuk berkompromi dengan pihak lain;

2. Tidak ada pihak yang dirugikan;

3. Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan;

4. Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain. (paket hal. 158);

5. Alasan digunakan sebagai pendukung pengajuan atau penawaran yang dapat meyakinkan kedua.


E. Jenis Negosiasi

  1. Negosasi langsung, ada dalam praktik keseharian. Contoh: bernegosiasi dengan orang tua masalah kenginan, negosiasi dengan pedagang saat menawar harga dan barang, bernegosiasi dengan guru terkait tugas, dan lain sebagainya.
  2. Negosiasi Tertulis. Biasanya berbentuk surat pengajuan, penawaran antara satu pihak dengan pihak lainnya. Penulisan disesuaikan dengan kaidah bahasa penulisan yang baik dan benar, serta struktur mengikuti struktur resmi suatu instansi. Ingin pelajari lanjut, cek lanjut di: KUMPULAN MATERI NEGOSIASI

F. Sikap Negosiasi
Karena sikap negosiasi bertujuan untuk menyepakati tujuan bersama tanpa memihak atau merugikan siapa pun, maka dalam berlaku negosiasi tidak ada unsur egoisme. Perilaku yang diutamakan saling menguntungkan bersama.

Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia kelas X Kemendikbud K-13 Edisi Revisi 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PUISI (CATATAN 2)

  D. Cara Membaca Puisi Cara membaca puisi sebenarnya tergantung pada cara masing-masing individu memahami, dan merasakan puisi yang dibaca. Tetapi apabila hendak ingin diperdengarkan pada khalayak umum, apalagi menyampaikan isi yang dimaksud, maka cara pembacaan puisi harus diperhatikan dengan baik dan benar. Berikut ini cara dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi. 1.   Rima dan irama, artinya dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. 2.   Atikulasi atau kejelasan suara, artinya suara yang diungkapkan harus jelas, misalnya saja dalam melafalkan huruf-huruf vocal /a/,/i/,/u/,/o/,/e/,/ai/,/au/, dan lain-lain. 3.   Ekspresi mimic wajah. Artinya ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih, ma...

MATERI PUISI (CATATAN 4)

  F. Imaji dalam Puisi Pengimajian dalam puisi dapat dilihat dari kata atau susunan yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris atau indrawi berupa penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Umumnya terdapat hubungan erat antara diksi, pengimajian, dan kata konkret. Diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian sehingga menjadi kata konkret, seperti yang dapat dihayati melalui penglihatan, pendengaran, atau cita rasa. Berikut ini jenis imaji dalam puisi. 1. Imaji Visual (pengimajian dengan menggunakan kata-kata yang menggambarkan seolah-olah objek yang dicitrakan dapat dilihat). Contoh: Gadis Peminta-minta Karya: Toto S. Bachtiar Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil Senyummu terlaly kekal untuk kenal duka Tengadah padaku, pada bulan merah jambu Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa … … … … … … … … … … … … 2. Imaji Auditif ( pengimajian dengan menggunakan kata-kata ungkapan seolah-olah objek yang dicitrakan sungguh-sungguh didengar oleh pembaca). Be...

MATERI PUISI (CATATAN 3)

  E. Menganalisis Diksi dalam Puisi Diksi kaitannya dengan kaidah bahasa, merupakan istilah untuk menyebut pemilihan kata pada karya sastra, termasuk dalam jenis puisi. Berikut ini kaidah diksi dalam puisi yang umum dijumpai. 1.Makna kias (Konotatif) Makna yang menyatakan bukan arti sebenarnya. Makna yang diungkapkan bukan milik kata sebagaimana kata dibentuk. Hal ini digunakan penyair untuk lebih memerdalam, memerindah, dan mengungkapkan maksud yang ada dalam puisi. Lihat contoh pada halaman berikutnya. Aku Karya: Chairil Anwar ... Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang … … … … … … … … … Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih perih … … … … … … … … …   Larik binatang jalang dari kumpulannya terbuang dapat diartikan orang yang selalu bersikap memberontak dan berada di luar organisasi formal. Penyair memilih kata ‘binatang jalang’ untuk menggambarkan bahwa ‘aku’ adalah orang yang tidak bisa mengikuti aturan atau norma so...