A. Pengertian Negosiasi
Negosiasi adalah proses tawar menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dengan pihak (kelompok atau organisasi), atau antarindividu yang lain (Paket, hal. 151).
B. Tujuan Negosiasi
Tujuan adanya kegiatan negosiasi:
- Mengatasi atau menyesuaikan perbedaan;
- Untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan);
- Untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua pihak dalam melakukan transaksi;
- Untuk menyelesaikan sengketa/perselisihan pendapat. (Paket, hal. 151).
C. Ciri Kegiatan Negosiasi
Ciri terjadinya negosiasi:
- Ada pembahasan/tema/permasalahan sebagai latar belakang negosiasi;
- Permasalahan timbul akibat salah satu pihak tidak menyetujui kesepakatan yang ditawarkan atau perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak;
- Ada interaksi/dialog antara pihak satu dengan pihak lainnya;
- Ada proses pengajuan untuk menyelesaikan ketidaksetujuan;
- Ada proses penawaran;
- Ada kesepakatan antarkedua belah pihak/ antarpartisipan.
D. Faktor Penentu Keberhasilan Kegiatan Negosiasi
- Kesediaan semua untuk berkompromi dengan pihak lain;
- Tidak ada pihak yang dirugikan;
- Kesepakatan yang dicapai bersifat praktis, dapat dilakukan;
- Alasan yang disertakan mampu memengaruhi pihak lain. (paket hal. 158);
- Alasan digunakan sebagai pendukung pengajuan atau penawaran yang dapat meyakinkan kedua belah pihak, sehingga diterima (paket hal. 160).
E. Negosiasi dalam Bentuk Surat Resmi
Lihat contoh surat terdapat pada paket halaman 162!
Berikut Struktur surat resmi:
• Kepala Surat 1. Berbentuk kop surat yang berisi: (1)Nama Organisasi/Instansi/Perusahaan,(2) terkadang diikuti nama panitia kegiatan, dan (3) alamat organisasi/instansi/ perusahaan.
• Kepala Surat 2. Berisikan: (1) nomor surat, (2) perihal/hal, (3) lampiran, (4) tanggal pembuatan surat, dan (5) nama dan alamat penerima surat.
Catatan:
- Penulisan nomor surat dengan urutan: Nomor keluar/nama atau kode organisasi/bulan keluar surat/tahun keluar surat. Contoh: 005/PROM-12/III/2015
- Penulisan perihal/hal disesuaikan dengan tujuan surat
- Lampiran diisi jumlah yang terlampir setelah surat utama. Apabila tidak ada, maka cukup diberi tanda –
- Tanggal surat, diikuti kota penulisan surat. Contoh: Jombang, 12 Januari 2020. Penulisan tanggal surat ini cukup 1 kali, yang dapat diletakkan di bagian atas kepala surat sejajar dengan nomor surat, atau di bagian kaki surat sebelum nama dan tanda tangan pengirim/pembuat surat.
- Nama dan alamat pengirim, apabila telah menggunakan kata keterangan kepada maka tidak perlu menggunakan Yth. (yang terhormat), begitu juga sebaliknya. Gunakan salah satu saja.
• Badan/Tubuh Surat
Badan surat terdapat tiga bagian yakni:
1.Pembuka Surat. Pembuka surat biasanya diisi dengan salam, perkenalan pengirim surat, baik berupa organisasi, acara yang dibawakan, atau program yang dibawakan.
Catatan:
- Apabila Salam menggunakan salam muslim assalamu’alaikum wr wb, maka jawaban wa’alaikumsalam.
- Apabila menggunakan Dengan hormat, maka peutup akhir disertakan sebelum nama dan tanda tangan pengirim yakni Hormat Kami.
2. Isi Surat. Memaparkan tujuan kegiatan, penawaran, pengajuan, permohonan, undangan, dan lain-lainnya. Jika berkaitan dengan kegiatan, maka di-sertai waktu, tempat, dan tanggal kegiatan.
3. Penutup Surat. Biasanya berisi ucapan permohonan, harapan, terima kasih, dan salam dari pengirim surat.
• Kaki Surat. Biasanya berisikan nama, jabatan, penanggung jawab dan tanda tangan pengirim surat.
(Lihat Kembali Paket hal. 166)
Surat Resmi biasanya memiliki jenis berdasarkan isi yang disampaikan:
1. Surat Pengajuan, dapat berupa kerja sama
2. Surat permohonan, dapat berupa kerja sama
3. Surat undangan
4. Surat penawaran, dapat berupa produk, kerja sama
5. Surat kesepatan, dapat berupa kerja sama
6. Surat pemesanan, dapat berupa produk
7. Surat Pengumuman/Pemberitahuan
F. Negosiasi dalam Bentuk Teks
Negosiasi dapat ditampilkan dalam bentuk teks narasi. Isinya sesuai dengan ciri terjadinya negosiasi. [lihat kembali paket halaman 163—164].
G. Struktur Teks Negosiasi
Negosiasi dalam bentuk teks, dapat dianalisa struktur-nya. Strukturnya meliputi berikut ini.
- Orientasi. Perkenalan tema, sebelum muncul permasalahan dari pihak yang tidak setuju atas penawaran.
- Pengajuan. Pengajuan karena ketidaksetujuan penawaran pihak.
- Penawaran. Terjadi penawaran atas pengajuan.
- Persetujuan. Pengajuan dan penawaran yang terjadi dapat terjadi lebih dari satu kali, sampai menemukan titik persetujuan antarkedua belah pihak.
H. Kaidah Bahasa dalam Teks Negosiasi
• Identifikasi Pasangan Tuturan [bahasa komunikasi] dalam Teks Negosiasi.
Contoh pasangan tuturan:
1. Mengucapkan salam > membalas salam
2. Bertanya > menjawab atau tidak menjawab
3. Meminta tolong > memenuhi atau menolak permintaan
4. Meminta > memenuhi atau menolak permintaan
5. Menawarkan > menerima atau menolak tawaran
6. Mengusulkan > menerima atau menolak usulan.
• Identifikasi Kalimat Persuasif dalam Teks Negosiasi
Kalimat persuasif adalah kalimat yang memiliki sifat dan makna untuk mempengaruhi responden [baik lawan bicara, atau pembaca] agar melakukan atau memenuhi permintaan dari pengumpan [baik lawan bicara, atau penulis]. Contoh kalimat persuasif.
Cobalah, tolonglah, silakan, percayalah, bolehkah, dan lain-lain yang memiliki unsur kata kerja disertai imbuhan partikel –lah.
I. Contoh Surat Negosiasi
K. Contoh Negosiasi di Kegiatan Keseharian dalam Bentuk Teks
(Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia kelas X K-13 Edisi Revisi Tahun 2017- Kemendikbud.)



Komentar
Posting Komentar