Langsung ke konten utama

KUMPULAN MATERI BIOGRAFI

 A. Pengertian Teks Biografi

    Biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Dalam biografi disajikan sejarah hidup,            pengalaman-pengalaman, sampai kisah sukses orang yang sedang diulas.

Sedangkan autobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang itu sendiri.

Umumnya biografi menampilkan tokoh-tokoh terkenal, orang sukses, atau orang yang telah berperan besar            dalam suatu hal yang menyangkut kehidupan orang banyak.

 

B. Tujuan Teks Biografi

1. Memperkaya wawasan bagi pembaca;

2. Sebagai teladan agar dapat menjalani kehidupan dengaan baik dan mengisi hidup dengan karya yang bermanfaat, tentunya hal itu tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain;

3. Agar dapat memahami dan mengambil pelajaran dari sebuah biografi.

 

C. Unsur dalam Teks Biografi

1. Identitas tokoh yang dibahas menjadi tema;

2. Permasalahan selama hidup tokoh;

3. Solusi dari permasalahan hidup tokoh;

4. Hal menarik dalam tokoh;

5. Hal yang patut diteladani tokoh;

6. Kesimpulan dari banyak ulasan jalan hidup tokoh, dapat berupa pesan, kesimpulan.


D. Struktur Teks Biografi
Teks Biografi termasuk ke dalam teks narasi. Oleh karena itu, struktur teks biografi juga sama dengan teks cerita ulang lainnya, seperti cerpen, dan hikayat. Strukturnya meliputi orientasi, kejadian penting, dan reorientasi.

1. Orientasi atau setting (aim), berisi informasi mengenai latar belakang kisa atau peristiwa yang akan diceritakan selanjutnya untuk membantu pendengar/pembaca. Informasi yang dimaksud berkenaan dengan ihwal siapa, kapan, di mana, dan bagaimana.

2. Kejadian penting (important event, record of events), berisi rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis, menurut urutan waktu, yang meliputi kejadian-kejadian utama yang dialami tokoh. Dalam bagian ini mengkin pula disertakan komentar-komentar pencerita pada beberapa bagiannya.

3. Reorientasi, berisi komentar evaluative atau penyataan simpulan mengenai rangkaian peristiwa yang telah di-ceritakan sebelumnya. Bagian ini sifatnya opsional, yang mungkin ada atau tidak ada di dalam teks biografi.

 

E. Kaidah Bahasa Teks Biografi

 Teks biograf menggunakan beberapa kaidah kebahasaan yang dominan. Di antaranya sebagai berikut ini.

1.  menggunakan pronomina (kata ganti) orang ketiga tunggal ia atau dia, dan beliau. Kata ganti ini digunakan secara bervariasi dengan penyebutan nama tokoh atau panggilan tokoh.

   Contoh: George Saa, putra Papua sangan menyukai pelajaran fisika. Ia berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

2. Banyak menggunakan kata kerja tindakan untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa atau perbuatan fisik yang dilakukan oleh tokoh. Contoh: belajar, membaca, berjalan, melempar.

3. Banyak menggunakan kata adjectiva untuk memberikan informasi secara rinci tentang sifat-sifat tokoh.

Contoh: Kata sifat untuk mendeskripsikan watak tokoh antara lain genius, rajin, ulet. Dalam melkukan deskripsi, seringkali penggunaan kata sifat didahului oleh kopultif adaalah, merupakan.

4. Banyak menggunakan kata kerja pasif untuk menjelaskan peristwa yang dialami  tokoh sebagai subjek yang diceritakan. Contoh; diberi, ditugaskan, dipilih.

5. Banyak menggunakan kata kerja yang berhubungan dengan aktivitas mental dalam rangka penggambaran peran tokoh. Contoh: memahami, menyetujui, menginspirasi, mencintai.

6. Banyak menggunakan kata sambung, kata depan, ataupun nomina yang berkenaan dengan urutan waktu. Contoh: sebelum, sudah, pada saat, kemudian, selanjutnya, sampai, hingga, pada tanggal, nantinya, selama , saat itu.

Hal ini terkait dengan pola pengembangan teks cerita ulang yang pada umumnya bersifat kronologis.

 

F. Identifikasi Karakter Unggul

Mengidentifikasi  karakter unggul  dapat dilakukan dengan tiga cara dari penulis menggmabrakan karakter tokoh dalam biografi yang ditulisnya. Seperti berikut ini.

1. Pola Penyajian Deskriptif. Karakter uggul dapat dijumpai dengan penyajian yangmenggunakan kata definisi, sebagai deskripsi langsungdari penulis. Misalnya sebagai berikut.

Contoh: B.J Habibie adalah salah seorang tokoh panutan yang menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia.

2. Pola Penyajian Naratif. Karakter unggul disajikan dengan menarasikan kejadian  atau peristiwa penting yang menjadi karakter unggul dari tokoh yang ditulis.

Contoh: ketika musim liburan tiba, ia menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda jika diandingkan teman-temannya yangmemilih menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman, tanpa mengikuti ujian.

3. Pola Penyajian Diaog/Kutipan Langsung. Penulis menuliskan langsung dialog dari tokoh saat bercerita. Dari penulisan langsung tersebut terdapat hal penting dari kehidupan yang dapat menjadi karakter penting yang bisa ditiru.

Contoh: “Saya ingin jadi Ilmuan. Sebenarnya ilmu itu untuk mempermudah hidup. Ilmu pengetahuan dan teknologi itu membuat hidup manusia nyaman. Saya berharap kalau saya menjadi ilmuwan, saya dapat membuat hidup manusia menjadi lebih nyaman.” kata George Saa.

 

G. Cara Menggambarkan Karakter Unggul

Cara menggambarkan karakter unggul tidak jauh berbeda dengan cara mengidentifikasi/menemukan karakter pada ulasan biografi. Sebab, cara ini justru digunakan untuk membuka karakter unggul yang digambarkan. Berikut ada  dua cara menggmabarkan.

1. Secara langsung, penulis atau pencerita langsung menyebutkan karakter tokohnya.

2. Secara tidak langsung, melalui dialog tokoh dan dialog tokoh lain dan apa yang dilakukan oleh tokoh.

 Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia kelas X K-13 Revisi tahun 2017 Kemendikbud

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MATERI PUISI (CATATAN 2)

  D. Cara Membaca Puisi Cara membaca puisi sebenarnya tergantung pada cara masing-masing individu memahami, dan merasakan puisi yang dibaca. Tetapi apabila hendak ingin diperdengarkan pada khalayak umum, apalagi menyampaikan isi yang dimaksud, maka cara pembacaan puisi harus diperhatikan dengan baik dan benar. Berikut ini cara dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi. 1.   Rima dan irama, artinya dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. Membaca puisi berbeda dengan membaca sebuah teks biasa karena puisi terikat oleh rima dan irama sehingga dalam membaca puisi tidak terlalu cepat ataupun terlalu lambat. 2.   Atikulasi atau kejelasan suara, artinya suara yang diungkapkan harus jelas, misalnya saja dalam melafalkan huruf-huruf vocal /a/,/i/,/u/,/o/,/e/,/ai/,/au/, dan lain-lain. 3.   Ekspresi mimic wajah. Artinya ekspresi wajah kita harus bisa disesuaikan dengan isi puisi. Ketika puisi yang kita bacakan adalah puisi sedih, ma...

MATERI PUISI (CATATAN 3)

  E. Menganalisis Diksi dalam Puisi Diksi kaitannya dengan kaidah bahasa, merupakan istilah untuk menyebut pemilihan kata pada karya sastra, termasuk dalam jenis puisi. Berikut ini kaidah diksi dalam puisi yang umum dijumpai. 1.Makna kias (Konotatif) Makna yang menyatakan bukan arti sebenarnya. Makna yang diungkapkan bukan milik kata sebagaimana kata dibentuk. Hal ini digunakan penyair untuk lebih memerdalam, memerindah, dan mengungkapkan maksud yang ada dalam puisi. Lihat contoh pada halaman berikutnya. Aku Karya: Chairil Anwar ... Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang … … … … … … … … … Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih perih … … … … … … … … …   Larik binatang jalang dari kumpulannya terbuang dapat diartikan orang yang selalu bersikap memberontak dan berada di luar organisasi formal. Penyair memilih kata ‘binatang jalang’ untuk menggambarkan bahwa ‘aku’ adalah orang yang tidak bisa mengikuti aturan atau norma so...

PUISI 1

Melihat Kata Melihat kata pernahkah engkau melihat kata yang menyadari mana asal muasalnya Melihat kata pernahkah engkau melihat mengapa huruf-huruf itu berbentuk begini tidak sebaliknya Melihat kata coba lepaskan... barangkali, engkau tak kan mendapat apa-apa dari sebuah kata Jombang, 25 November 2020 Devi Nur Sugiarti